Halo. Mumpung masih agak seger dalam ingatan nih, saya mau cerita tentang pengalaman saya mengerjakan skripsi. Saya memang bukan lulusan pertama di angkatan dan bukan juga yang terbaik, saya cuma berharap, tulisan ini bisa bermanfaat sedikit-banyak bagi yang baca (walo pengennya banyak siihh).. J
Sekian lamanya saya berakrab-akrab dengan si 7 huruf itu, saya sadari, ada beberapa hal yang berperan dalam pengerjaan skripsi tersebut. Mari kita lihat!
· Deadline: pada dasarnya, skripsi itu hampir sama kayak tugas makalah. Bedanya? Deadline. Tugas makalah pasti ada batas akhir pengumpulan, tapi skripsi? Dapat dipastikan, tidak ada. Inilah tantangannya. Semua tergantung kita. Mungkin ada beberapa dosen yang suka menentukan deadline pengumpulan revisi, tapi.. apa mahasiswa selalu nurut? Pasti ada istilah telat ngumpulin atau bolos bimbingan kan? Nahh.. maka dari itu, buatlah deadline pribadi. Kalo saya kemarenan, biasanya mulai ngerjain revisi sekitar 2 atau 3 hari sebelum deadline yang saya buat itu. Percaya deh, ini beneran membantu! J
· Partner: Punya temen satu bimbingan? Bersyukurlah. Orangnya menyenangkan dan kamu kenal baik dengan dia? sujud syukurlah! Hahaha. Ya, ini absolute, benar-benar pengalaman pribadi. Punya partner bimbingan yang bisa diajak kerja bareng, diskusi, dan lain-lain adalah semacam mukjizat dalam pengerjaan skripsi. Kenapa? Setidaknya ada empat alasan..
Pertama, kamu bisa bimbingan bareng, jadi gakan terlalu tegang atau kikuk kalo ketemu dosen.
Kedua, bisa diskusi. Diakui atau tidak, selama bimbingan pasti ada hal-hal yang kita kurang ngerti, atau benar2 ga ngerti tapi manggut2 aja biar cepet beres (iya, ini proyeksi. ;p). Nah, seberes bimbingan, kamu bisa tanya temen kamu, maksud sang dosen itu apa, dan syukur2 diskusi lebih lanjut tentang itu.
Ketiga, polisi waktu. Ya, balik lagi, karena pengerjaan skripsi gada deadline-nya, dan mematuhi janji pada diri sendiri itu terkadang jauh lebih sulit dibanding push up 100 kali, partner-mu ini akan sangat berguna jadi pengingat kamu. Secara kasat mata, si partner akan mengingatkan kamu untuk terus mengerjakan skripsi dan memacu kamu supaya menuruti apa kata D’masiv (baca: jangan menyerah. ;p). Tapi, dibalik itu, secara terselubung, apa yang dilakukan si partner akan mempengaruhi kamu. Misalkan dia bilang, “lusa aku mau ngumpulin revisi” sedangkan kamu? Alhamdulillah, membuka foldernya saja sulit. Nah, ucapan dia tentu akan jadi alarm kalo kamu udah harus balik kepada kenyataan. Hehehe..
Keempat, malaikat penolong. Yang ini plus-plus alias bonus. Bisa didapatkan kalau hubungan kalian sangat positif dan saling memahami satu sama lain atau dia luar biasa baiknya. Contohnya, kamu lagi tenggelam dengan revisian yang deadline waktunya tinggal beberapa jam lagi. Sedangkan kamu harus bikin makalah alat ukur untuk syarat sidang, dan partner kamu menawari bantuan untuk membuatkan makalah alat ukur itu. menguntungkan bukan? J)
Terus gimana kalo ga punya partner bimbingan? Cari teman lain yang kira2 bisa berperan menjadi semacam partner untukmu. Kalau tidak ada juga? Berjuanglah sendiri, itu faktor utama dan sudah lebih dari cukup. :D
· Go Socialize! : kamu merasa stuck dengan skripsimu, gak tau apa yang harus dilakukan, merasa jadi orang yang paling sedikit melakukan kemajuan, lalu berharap microsoft word mengetik sendiri selama kamu tidur. Dapat dipastikan itu gak mungkin terjadi. Jadi? Bersosialisasilah! Keluar dari kamar kosan dan pergilah ke rumah kedua para skripsiers, perpustakaan! J kenapa? Ada beberapa keuntungan. Kalau kamu merasa bosan dengan suasana kamarmu yang pasti begitu-begitu aja, perpustakaan bisa jadi tempat kedua untuk bekerja dan menulis. Tapi kalau kamu merasa perpus terlalu ramai dan bikin kamu gabisa konsentrasi, ambillah keuntungan lain. Di perpustakaan kamu bisa ketemu orang lain, temen-temen kamu, yang juga seperti kamu. Penulis skripsi. Ngobrol dan diskusilah. Dari situ pasti tau, kalo orang lain juga seperti kamu. Mereka punya kesulitan, merasa stuck dengan skripsinya, punya rasa malas, dan lain-lain. Intinya, kamu ga sendirian. Kamu bukan satu-satunya pejuang skripsi di dunia ini (ceileh). Selain itu, di sana kamu bakal ketemu dengan orang lain yang progress skripsinya lebih maju dari kamu atau mungkin lebih pintar dari kamu. Kamu bisa tanya, apa yang dulu dia lakukan saat di situasi kamu sekarang (misal: cara mengolah data, sumber teori) atau lainnya. Yang pasti, bertemu orang lain yang sama-sama sedang berjuang adalah menyenangkan.
· Menarik diri : Ini sedikit berkebalikan sama poin sebelumnya. Selama pengerjaan skripsi, mungkin ada saat-saat dimana kamu merasa lemah dan galau (kata paling hip abad ini). Pada saat itu, kamu merasa ada di titik terawan, lemah, lesu, lunglai, dan lainnya (ini karena skripsi apa anemia sih? ;D). Intinya, kamu ada di situasi yang negatif. Melihat orang lain melakukan kemajuan atau progress apapun, kamu merasa terpojokkan atau sedih. Ini wajar. Apalagi di zaman sekarang ini, dimana orang-orang membagi informasi dengan sangat leluasa entah itu via FB atau twitter. Kita yang pastinya tidak selalu dalam keadaan baik dan stabil, pasti terpengaruh oleh hal-hal tersebut. jadi, menyendirilah. Berpuasa social account-lah untuk beberapa saat. Kurangilah celah masuk informasi-informasi yang sekiranya akan “mengancam” kamu. Jagalah self esteem yang hanya satu-satunya itu agar tetap baik dan positif. Lalu kembalilah, sampai kamu merasa baik, sehat, dan kuat untuk menerima informasi apapun yang ada di luar sana. J
· Ask help! : Seberapa pintar, hebat, dan kuatnya kita, pasti tetap butuh bantuan. Jadi, jangan takut atau segan minta bantuan pada siapapun, terutama teman. Mungkin sedikit agak tidak nyaman, karena tidak ingin merepotkan orang lain atau tidak ingin “mengemis” pertolongan. Tapi, terkadang ada hal-hal yang kita tidak bisa lakukan sendiri, seperti: mengisi kuesioner penelitian sendiri. Gak mungkin kan? Hehe. Jadiiii, ketika kamu memang sudah tidak mampu, mintalah bantuan! Mungkin ada beberapa saat atau beberapa orang yang menolak atau tidak bisa membantu, bukan masalah. Berarti mereka bukan orang yang tepat. Tapi di luar semua itu, ada satu hal lain yang bisa kamu sadari, berapa nilai “pertemanan” kamu dengan orang tersebut. :D
· Imagine the results: selama mengerjakan skripsi, semangat turun naik itu pasti. Saat semangat itu tidak ada, cobalah bayangkan hal-hal yang bisa kamu dapatkan saat semua itu selesai atau setidaknya, tahapan yang akan kamu jalani setelah itu. Mulai dari bisa seminar, bikin alat ukur, bisa ambil data, forum, sidang, punya gelar di belakang nama, wisuda. Dan hal terbaik, senyum bangga orang tua. Bayangkanlah hal-hal yang baik, mood pun pasti membaik. J
· Ikhlas: Mungkin ini terkesan klise. Tapi, walau bagaimanapun, entah seberapa kuat usaha kita, ada hal-hal yang bisa terjadi di luar kehendak kita, dan di luar kontrol. Misalnya, pas kamu mau forum tiba-tiba dosenmu harus ke luar negeri jadi forummu harus ditunda? Atau responden yang mau wawancara denganmu melahirkan? Apapun itu, semua bisa terjadi, dan apa yang bisa kita lakukan selain pasrah dan ikhlas? Tidak ada. Kalau sudah berusaha, sabarlah, giliranmu pasti datang. J
Nah selesai sudah, itulah 7 hal yang saya dapat selama mengerjakan skripsi. Kalau kamu? J
